Indonesia – Korea: “Public Consultation on the Report of the Joint Study Group for Korea – Indonesia Comprehensive Economic Partnership Agreement”

Jakarta, 22 Desember 2011. Indonesia dan Korea telah menyelenggarakan konsultasi publik  mengenai hasil Joint Study Group Indonesia – Korea bertajuk “Public Consultation on The Report of The Joint Study Group For Korea – Indonesia Comprehensive Economic Partnership Agreement” pada tanggal 22 Desember 2011 di Hotel Grand Hyatt, Jakarta.

 

Konsultasi publik ini merupakan kick-off meeting dari rangkaian sosialisasi hasil Joint Study Group (JSG) yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Perdagangan guna menyebarluaskan hasil kajian dan memperoleh masukan serta dukungan untuk pembentukan suatu kerjasama kemitraan yang komprehensif antara Indonesia dan Korea.

 

Konsultasi Publik secara resmi dibuka oleh Menteri Perdagangan RI dengan dihadiri oleh beberapa pejabat tinggi Pemerintah Indonesia dan Korea dan pelaku usaha Indonesia maupun Korea di Indonesia, unsur parlemen, akademisi, media massa, serta pemangku kepentingan dari kedua belah pihak. Dalam pidato pembukaannya, Menteri Gita Wirjawan menekankan bahwa, “Comprehensive Econemic Partnership Agreement harus dapat diselaraskan dengan dinamika ekonomi dan bisnis yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan”. Disamping hal tersebut, “CEPA juga memberikan lebih banyak peluang investasi dan akses pasar yang lebih besar bagi produk ekspor Indonesia” ujar Menteri Gita.

 

Dalam acara konsultasi publik ini, gambaran singkat mengenai hasil JSG Indonesia – Korea telah disampaikan oleh Djisman Simandjuntak selaku Ketua JSG dari pihak Indonesia, dengan didampingi oleh anggota JSG antara lain Agus Tjahajana Wirakusuma, Achmad Kurniadi, Sondang Anggraini dan Bernardino M. Vega Jr. Penyampaikan hasil JSG dilanjutkan dengan sesi presentasi peluang dan tantangan serta harapan CEPA dilihat dari sudut pandang Korea, yang disampaikan oleh Mr. Young Moo Kim selaku Ketua JSG dari pihak Korea dan Mr. Ki-Chang Kwon selaku anggota JSG.

 

Pada konsultasi publik ini juga telah dilakukan Group Discussion yang mengakomodasi berbagai pertanyaan dan masukan dari seluruh peserta dengan menghadirkan seluruh panelis dari pihak Indonesia dan Korea. 

 

Pembentukan Joint Study Group (JSG) antara Indonesia dan Korea merupakan kesepakatan kedua negara untuk lebih mempererat hubungan kerjasama Indonesia – Korea di bidang perdagangan dan investasi dalam bentuk Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Komitmen ini disampaikan pada kesempatan kunjungan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sebagai Special Envoy Presiden RI ke Korea Selatan pada tanggal 14-17 Februari 2011.

 

Laporan dan rekomendasi JSG merupakan suatu rumusan hasil dari beberapa pertemuan antara wakil dari unsur pemerintah, bisnis dan akademisi  dari kedua negara dengan tujuan untuk menggali berbagai dan potensi kerjasama ekonomi dengan mendorong sektor-sektor perdagangan dan investasi.

 

JSG menyimpulkan bahwa dengan mempertimbangkan liberalisasi high sensitive list dan sensitive list dalam ASEAN-Korea FTA saja, Indonesia – Korea CEPA akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan sebesar US$ 7,97 juta dan peningkatan PDB sebesar 0,03 % bagi Indonesia. Sementara Korea akan mengalami peningkatan kesejahteraan sebesar US$ 1,5 miliar dengan pertumbuhan PDB sebesar US$ 0,13%. Namun, apabila diasumsikan dengan mempertimbangkan peningkatan produktivitas dari beberapa sektor utama dalam kerangka CEPA termasuk trade in goods, trade in services, investment dan economic cooperation, maka Indonesia akan memperoleh peningkatan kesejahteraan sebesar US$ 10,6 miliar dengan pertumbuhan PDB sebesar 4,37%.  

 

Kedua negara diharapkan dapat melakukan konsultasi publik maupun sosialisasi kepada seluruh stakeholders termasuk business people, politicians, government officials and civil society di negara masing-masing. Hasil JSG Indonesia – Korea juga akan disosialisasikan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan di beberapa daerah provinsi di Indonesia.

 

Sekilas Perdagangan Indonesia-Korea

Total Perdagangan Indonesia-Korea Selatan pada tahun 2010 mencapai US$ 20,3 miliar dengan nilai ekspor sebesar US$ 12,5 miliar dan impor sebesar US$ 7,7 miliar, atau naik 57,36% dibanding total perdagangan pada tahun 2009 sebesar US$ 12,8 miliar. Selama periode Januari-September 2011, total perdagangan kedua negara berjumlah sebesar US$ 21,2 miliar atau naik 47,47% dibanding periode yang sama pada tahun 2010 yakni sebesar US$ 14,4 miliar. Tren total perdagangan kedua negara selama 5 (lima) tahun terakhir (2006-2010) positif sebesar 15,97%.

Neraca perdagangan Indonesia dengan Korea sejak tahun 2006 hingga 2010 menunjukkan bahwa Indonesia mengalami surplus dalam perdagangan. Neraca perdagangan tahun 2010 surplus bagi Indonesia sebesar US$ 4,8 miliar, atau naik 43,1% dibandingkan dengan tahun 2009 yang tercatat surplus sebesar US$ 3,4 miliar. Sementara, untuk periode Januari-September 2011, Indonesia mengalami surplus sebesar US$ 2,6 miliar, atau turun 21% dibandingkan periode yang sama tahun 2010 yaitu surplus sebesar US$ 3,2 miliar.

Komoditi ekspor utama Indonesia ke Korea meliputi  1) coal; briquettes, ovoids and similar solid fuels manufactured from coal; 2) copper ores and concentrates; 3) chemical wood pulp, soda or sulphate;  4) natural rubber; 5) refined copper and copper alloys, unwrought; 6) oils and other products of the distillation of high temperature coal tar; 7) ammonia, anhydrous or in aqueous solution; 8) yarn (other than sewing thread) of synthetic staple fibres; 9) ferro-alloys; and 10) reception app. for television, whether or not incorporating radio-broadcast receivers.

 

Sementara dari Korea, Indonesia mengimpor beberapa komoditi seperti 1) parts suitable for use solely or principally with the apparatus headings; 2) elect. app. for line telephony/line telegraphy,incl.line telephone set; 3) synthetic rubber and factice in primary forms etc;  4) electronic integrated circuits and microassemblies;  5) other knitted or crocheted fabrics; 6) woven fabrics of synthetic filament yarn; 7) flat-rolled products of iron or non-alloy steel; 8) flat-rolled products of iron or non-alloy steel, of a width of 600 mm; 9) flat-rolled products of iron or non-alloy steel, of a width of 600 mm or more, c lad, plated or coated and 10) reception app. for television.

 

 

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Direktorat Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional
Kementerian Perdagangan


Direktorat Kerja Sama Bilateral

Jl. M.I. Ridwan Rais No.5 Blok II, Lt.6 Jakarta 10110
Telp.
3523459, 3858171
Pes. 1141
Fax. 3858195

Tanggapan/ pertanyaan / komentar sebagai masukan dapat dikirimkan kepada:


Pradnyawati

Direktur Kerja Sama Bilateral

Direktorat Jernderal Kerja Sama Perdagangan Internasional

Telp/Fax: 021-3858195

Email: dirkb1-kpi@depdag.go.id

 
    Atas
    Perubahan terakhir : Rabu, 28 Desember 2011

    Website ini diakses: 3.005.241
    Sejak perubahan situs tanggal 22 Februari 2012
    Direktorat Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional - Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
    Jl. M. I. Ridwan Rais No. 5 Jakarta Pusat 10110, No Telp. (021) 23528601, (021) 3858171 Pes. 36901
    Copyright @ 2014 Direktorat Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional